Tulang belakang merupakan pondasi utama tubuh. Tulang belakang berfungsi untuk menyangga kepala, bahu dan tubuh, sehingga tubuh bisa berdiri tegak. Tulang belakang dan otot yang sehat menciptakan tubuh yang lentur sehingga mampu untuk menekuk dan memutar leher dan punggung. Tulang belakang juga menjadi pelindung sistem saraf pusat yang berada di otak dan juga berfungsi menyalurkan sinyal saraf dari otak ke anggota gerak dan organ tubuh.

Dengan mengetahui fungsi tulang belakang, maka kita dapat mengenali gangguan yang terjadi pada tulang belakang atau gangguan yang bersumber tulang belakang.

Tulang belakang terdiri atas tiga bagian yaitu, leher (servikal), punggung atas dan tengah (thorakal) dan punggung bawah (lumbal). Ketika dilihat dari samping, setiap bagian membentuk tiga lengkungan alami dengan ukuran tertentu. Lengkungan ini penting untuk keseimbangan dan membantu kita untuk berdiri tegak.
Tanda-Tanda Adanya Gangguan Tulang Belakang
Jika salah satu dari lengkungan tersebut menjadi terlalu besar atau kecil, sulit bagi kita untuk berdiri tegak dan postur kita menjadi tidak normal. Akibatnya muncul gangguan pergerakan. Tubuh menjadi kaku, gerakan terbatas dan mudah pegal pada bagian tertentu yang berulang. Hal ini merupakan tanda awal adanya gangguan tulang belakang.

Gejala lain berupa rasa nyeri otot baik di area leher, punggung, pinggang. Rasa nyeri dapat menjalar ke arah tangan dan kaki. Hal ini sesuai dengan arah saraf tulang belakang yang bermasalah. Saraf dari area leher bekerja ke kepala dan daerah bahu hingga tangan dan pungggung atas. Keluhan yang muncul bisa berupa nyeri di leher, tangan, sakit kepala, vertigo, migraine, kesemutan dan baal area jari tangan. Saraf dari area punggung tengah bekerja di area punggung tengah dan organ paru, jantung. Keluhan bisa muncul berupa nyeri punggung, rasa ngilu di area belikat dan bahu, hingga keluhan pencernaan lambung, seperti kembung dan sakit maag tanpa ditemukan gangguan organ. Saraf pinggang bekerja di area pinggang hingga ke kedua kaki. Juga mencakup area otot perut, pencernaan usus, gangguan menstruasi tanpa gangguan organ, masalah ngompol, tidak dapat menahan pipis.

Antar ruas tulang belakang dihubungkan oleh bantalan sendi sehingga tulang belakang dapat bergerak dengan leluasa. Seiring berjalan usia, bantalan sendi akan menipis dan mengering. Cedera dapat terjadi karena aktivitas sehari hari, kebiasaan yang salah ataupun olahraga. Bantalan sendi yang menipis dan mengering menyebabkan ruang gerak sendi berkurang, Kaku dan nyeri pada otot dan sendi. Saraf terjepit terjadi karena penekanan saraf oleh bantalan sendi yang pecah. Gejalanya berupa nyeri di area saraf terjepit, disertai nyeri yang menjalar baik ke kaki atau tangan, bisa disertai kesemutan baal dan kelemahan otot.

Punya Keluhan Sakit Tulang Belakang? Segera Konsultasikan Pada Kami dan Dapatkan Penanganan yang Tepat dari Chiropractor Spine Sehat!


Artikel Pilihan Lainnya

Gangguan Tulang Belakang pada Pemusik
Gangguan Tulang Belakang pada Pemusik

Bisa memainkan alat musik merupakan kebanggaan tersendiri ba...
Read More

Makanan Sehat Untuk Tulang Belakang
Makanan Sehat Untuk Tulang Belakang

Nyeri tulang belakang umumnya menimbulkan ketidaknyamanan di...
Read More

Efek Posisi Tidur pada Tulang Belakang
Efek Posisi Tidur pada Tulang Belakang

Tubuh kita tidak pernah beristirahat bahkan saat tidur. Mala...
Read More

Pengaruh Makanan Pada Kesehatan Tulang Belakang
Pengaruh Makanan Pada Kesehatan Tulang Belakang

Kesehatan tubuh manusia tentunya berkaitan dengan nutrisi da...
Read More

Kebiasaan Buruk yang  Mengganggu Tulang Belakang
Kebiasaan Buruk yang Mengganggu Tulang Belakang

Kebiasaan (habit) yang buruk dalam aktivitas akan mengganggu...
Read More


We are the best Solution
for Your Problem